Home > News > Bawaslu Sulsel Akui Banyak Terima Laporan Pelanggaran ASN dan Dugaan Politik Uang

Bawaslu Sulsel Akui Banyak Terima Laporan Pelanggaran ASN dan Dugaan Politik Uang

Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi.

Makassar, KABARWAJO.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan, La Ode Arumahi, mengakui pihaknya banyak menerima laporan terkait pelanggaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dugaan politik uang. Hanya saja, ada beberapa kasus pelanggaran yang sudah masuk proses persidangan.

“Banyak laporan pelanggaran, baik itu ASN maupun dugaan politik uang. Namun saat ini sudah ada disidangkan kasus-kasus pelanggaran seperti Parepare, Sidrap, Luwu, Gowa, Palopo, dan beberapa lainnya,” ungkap L. Arumahi, di Makassar, Senin (16/4/2018).

Ia menyebut, semua daerah yang menyelenggarakan Pilkada rawan akan tindak kecurangan dan konflik. Hanya saja, jelas Arumahi, ada daerah yang rawan ringan, sedang, dan berat.

BACA JUGA :  Ini 7 Kandidat yang Layak Diperhitungkan Jelang Pilkada Wajo 2018

“(Ini) tergantung dinamika politik di daerah masing-masing. Pada dasarnya semua daerah penyelenggaraan Pilkada itu rawan kecurangan hingga menimbulkan konflik, tinggal bagaimana Panwaslu di daerah itu mengawasi dan bekerja,” ujar mantan jurnalis tersebut.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menyesalkan terjadinya bentrok antarpendukung yang terjadi di Sidrap, Sabtu (15/4/2018). Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Sidrap, Rusdi Masse, terkait penanganan konflik di daerahnya.

“Meski hanya berlangsung 15 menit, kami sayangkan kejadian ini. Saya sudah telepon bupatinya, dan itu sudah selesai. Sudah terkontrol dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tekad Bupati Wajo Perjuangkan Honorer Menjadi PNS

Soni menyebut, ada 3 daerah di Sulawesi Selatan penyelenggara Pilkada yang memang butuh perhatian khusus. Ketiga daerah itu yakni Makassar, Palopo, dan Sidrap.

“Secara umum Sulsel masuk dalam kategori sedang. Tiga daerah ini yang memang butuh perhatian khusus dan deteksi dini potensi masalah yang mungkin saja terjadi,” tandas Soni.

(dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)