Home > #AyoKeWajo > Sejarah & Budaya

Dipentaskan 3.058 Penari, Tari Pattennung Pecahkan Rekor MURI

Makassar, KABARWAJO.com - Pementasan Tari Pattennung pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kabupaten Barru berhasil masuk dalam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tari Pattennung yang dipentaskan 3.058 penari tersebut memenuhi seluruh penjuru Taman Colliq Pujie, Alun-alun Jalan Sultan Hasanuddin, Barru, Selasa (20/2/2018). Para penari terdiri dari siswi SMP dan

Baca Selengkapnya

Mengapa Pinisi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak-benda Dunia oleh UNESCO?

Catatan: Shaifuddin Bahrum Secara kasat mata, perahu Pinisi adalah sebuah benda. Pinisi merupakan sebuah hasil karya (budaya) manusia yang terdiri dari sejumlah susunan kayu dan dipakai berlayar di lautan samudra dengan menggunakan 7 helai layar. Akan tetapi, oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), yakni Badan PBB yang mengurusi pendidikan,

Baca Selengkapnya

Bugis, Makassar dan Banjar: Suku-suku yang Gemar Berhaji

KABARWAJO.com - Menunaikan ibadah haji, memang sudah menjadi rukun Islam yang kelima. Naik haji, berziarah ke tanah suci dan mengunjungi Baitullah, wajib hukumnya bagi yang mampu. Namun tidak jarang, motif lain menunaikan ibadah haji tak melulu panggilan religius semata. Bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, menunaikan ibadah haji bisa menjadi sebuah

Baca Selengkapnya

Ini Sejarah Penetapan 5 Oktober sebagai Hari Jadi TNI

KABARWAJO.com - Hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditetapkan pada setiap tanggal 5 Oktober. Hal ini merujuk pada momentum penetapan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 23 Agustus 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 dan menjadi cikal bakal TNI. Sejarah perjuangan tentara itu sendiri sudah

Baca Selengkapnya

Saat Sisi Lain “Calalai’ Dikupas di Melbourne Australia

MELBOURNE, KABARWAJO.com - Calalai, di kalangan masyarakat Bugis, merupakan sebutan bagi seseorang yang terlahir sebagai perempuan tetapi mengambil peran dan fungsi sebagai laki-laki. Kebalikan dari calabai, yakni laki-laki yang memiliki peran dan penampilan seperti perempuan. Keberadaan dua gender dalam masyarakat Bugis ini pun mendapat perhatian hingga di Melbourne, Australia. Bertempat di

Baca Selengkapnya

Kisah Lamaddukkelleng di Perantauan dan Menjadi Sultan Pasir (2)

KABARWAJO.com - Setelah memutuskan meninggalkan tanah Wajo akibat pertikaian berdarah di Cenranae, La Maddukkelleng bersama Arung Singkang We Tenri Angka dan pengikutnya kemudian berlayar ke Tanah Malaka (Malaysia Barat), kemudian pindah dan menetap di Kerajaan Pasir, Kalimantan Timur. Dalam perjalanannya, konon beberapa kali rombongan Lamaddukkelleng bertemu dengan kapal-kapal Belanda dan memerangi

Baca Selengkapnya

Mappanetta Bessi Bale, Tradisi Unik Menangkap Ikan Warga Tocule

KABARWAJO.com - Selain meninggalkan jejak keagungan sejarah di masa lampau, Wajo pun mempunyai banyak tradisi unik yang diwariskan secara turun temurun yang berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal. Salah satunya, tradisi mappanetta bessi bale. Tradisi unik menangkap ikan secara tradisional ini menjadi salah satu warisan budaya bagi warga Desa Tocule, Kecamatan Bola. Dari namanya,

Baca Selengkapnya

Jejak-jejak Lamaddukelleng: Filosofi “Tellu Cappa” dan Raja di Empat Kerajaan Berbeda (1)

KABARWAJO.com - Lamaddukkelleng merupakan salah seorang Arung Matoa Wajo yang dikenal karena keberaniannya, hidup di antara tahun 1699-1765. Ia diangkat menjadi Arung Matoa Wajo ke-34 di tengah medan pertempuran di Paria pada 6 November 1736. Lamaddukkelleng menjadi Arung Matoa Wajo pada rentang tahun 1736-1754, setelah sebelumnya sempat merantau dan menjadi Sultan

Baca Selengkapnya

Makna Filosofis di Balik Rumah Panggung Suku Bugis

KABARWAJO.com - Rumah panggung suku Bugis umumnya berbentuk persegi empat memanjang ke belakang. Atap rumah berbentuk prisma. Uniknya, konstruksi bangunan rumah ini dibuat secara lepas-pasang sehingga dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Bagi orang Bugis, rumah lebih dari sekadar tempat berteduh atau objek materil yang indah dan menyenangkan.

Baca Selengkapnya

JEJAK SEJARAH: Saat Andi Ninnong Menolak Berdamai dengan Belanda

KABARWAJO.com - Meski kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta selaku Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, akan tetapi berita kemerdekaan tersebut belum tersiar secara luas ke sejumlah daerah di pelosok negeri. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda

Baca Selengkapnya
error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)