Home > Daerah > Catut Nama Menteri Keuangan, Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Berkedok Jual Beli Online

Catut Nama Menteri Keuangan, Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Berkedok Jual Beli Online

Dua pelaku penipuan berkedok jual beli online diringkus Ditremkrimsus Polda Sulsel.

Makassar, KABARWAJO.com – Anda sering berbelanja online? Waspada, sebab penipuan dengan modus jual beli online kini marak terjadi. Baru-baru ini, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditremkrimsus) Polda Sulawesi Selatan berhasil meringkus dua pelaku penipuan berkedok jual beli online, RG (29) dan A (29).

Bahkan, dalam menjalankan aksinya kedua pelaku mencatut nama sejumlah pejabat, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kedua pelaku, yakni RG (29) dan A (29) berprofesi sebagai petani. Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda di Sidrap setelah Tim Cyber Crime Polda Sulsel melakukan penelusuran. Sedangkan salah satu pelaku lainnya kini berstatus DPO (Daftar Pencurian Orang),” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di Makassar, Senin (12/3/2018).

BACA JUGA :  Layani 15.903 Calon Haji, Garuda Siapkan Dua Pesawat di Embarkasi Hasanuddin

Menurut Dicky, kedua pelaku membuka toko belanja online berupa HP dengan menggunakan akun facebook Deby Ardi Wiyanto dengan harga yang sangat murah untuk menarik minat korbannya. Setelah korban tertarik dengan HP yang ditawarkan dan melakukan transfer, pelaku lain kemudian mengaku petugas Bea Cukai dengan nama Jumantoro.

“Pelaku menyamar sebagai petugas Bea Cukai dan mengatakan kepada korbannya bahwa barang tersebut ditahan saat dikirim karena ilegal. Selanjutnya, pelaku meminta sejumlah uang kepada korbannya agar pengiriman barang tersebut tidak diproses sampai ke persidangan,” jelas Dicky.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga mencatut nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mengaku sebagai Kombes Pol Yudhiawan Wibisono dari Polda Sulsel agar diatur proses hukumnya.

BACA JUGA :  Dugaan Kasus Korupsi, Kepala BPN Wajo Ditahan

“Korban yang merasa ditipu melaporkan ke polisi dengan kerugian Rp 150 juta,” kata Dicky.

Salah seorang pelaku, RG, mengaku sudah dua tahun melakoni penipuan berkedok jual beli HP secara online tersebut yang diperolehnya dari belajar secara otodidak.

“Korban biasanya dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Di Sulsel juga ada,” kata RG.

Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita beberapa barang bukti berupa 3 unit HP serta sejumlah struk hasil transfer korbannya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal 28 ayat 1 jo pasal 36 jo pasal 51 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 12 miliar.

(dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)