Gantikan NT Nurohmad sebagai Kapolres Wajo, Ini Rekam Jejak Asep Marsel Suherman

By on 05/12/2017

Salam komando mantan Kapolres Wajo, AKBP NT Nurohmad (kanan) dengan Kapolres Wajo yang baru, AKBP Asep Marsel Suherman.

Makassar, KABARWAJO.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Umar Septono, melantik 11 Kapolres yang baru pada rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Aula Paramartha SPN Batua, Senin (4/12/2017) lalu.

Salah satu daerah yang bergeser yakni Polres Wajo. Pejabat lama, AKBP Noviana Tursanurohmad, pindah menjadi Kapolres Majalengka, Jawa Barat. Posisinya digantikan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) III Tanah dan Bangunan (Tahban) Ditreskrimum Polda Sulsel, AKBP Asep Marsel Suherman.

Dari penelusuran KABARWAJO.com, sepak terjang Asep Marsel sebagai Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sulsel terbilang moncer. Sejumlah kasus besar berhasil diungkap, di antaranya kasus sindikat pembuat sertifikat tanah palsu pada Agustus 2016 dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungli Kepala Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar pada Oktober 2016.

Dalam kasus sindikat pembuat sertifikat tanah palsu, anggota Subdit III Tahban Reskrimum Polda Sulsel berhasil membekuk dua sindikat pembuat dan penjual surat tanah palsu di Makassar, yakni Sy (68 tahun) dan Hs (47 tahun).

Keduanya ditangkap Rabu (17/8/2016) silam setelah polisi menyamar sebagai pemesan surat tanah. Dari pengembangan yang dilakukan kepolisian, aksi kedua pelaku sudah dilakukan sejak empat tahun sebelum penangkapan.

BACA JUGA :  Menteri Pertanian Jamin Stok Beras Nasional Aman Sampai April 2018

Adapun cara kerja mereka cukup konvensional. Pemalsuan surat tanah dengan memasukkan kertas format mirip asli ke dalam cairan teh yang sudah direbus selama 2-3 jam. Kertas tersebut lalu dijemur sehingga mirip kertas lusuh terbitan tempo dulu.

“Mereka palsukan dengan cara memasukkan kertas yang sudah diformat ke dalam cairan teh yang sudah direbus,” ungkap Asep Marsel, ketika itu.

Selain kedua pelaku, Polisi juga menahan Mn (53 tahun), salah seorang pemesan surat tanah palsu.

Kasus lain yang berhasil diungkap Asep yakni kasus dugaan pungutan liar di Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar. Pelaku berinisial LM (45 tahun) yang merupakan Kepala Pasar Pabaeng-baeng Bagian Timur diketahui melakukan aksi pungli ke sejumlah pedagang pasar dengan setoran Rp 25 juta.

Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan keluhan pedagang atas retribusi harian terkait pembayaran lods di Pasar Pa’baeng-pabaeng yang akan disetor ke PD Pasar.

“Ternyata, kepala pasar menyetor pungutan itu dari pedagang ke negara hanya Rp 9,5 juta. Padahal warga menyewa los tersebut dengan harga Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per los,” jelas Asep.

Dari aturan PD Pasar, setiap lods seluas 2 x 2 meter tersebut dihargai Rp 5 juta. Akan tetapi, oleh pelaku ditambah menjadi Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta. Dalam pengakuannya ke penyidik, pelaku mengaku melakukan perbuatannya sejak tahun 2015.

BACA JUGA :  Syahrul Optimis Bendungan Paselloreng Rampung di 2018

Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa SK Penyewaan, denah pasar lokasi yang dibuat dengan ketentuan pembayaran.

“Modusnya itu pelaku tersebut tidak memberikan kuitansi pembayaran terhadap warga sekitar yang ingin berdagang di pasar di bagian timur,” jelas Asep.

Sebelumnya, Asep juga sempat ditugaskan sebagai Wakapolres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2009 lalu, dan Wakapolres Mataram pada 2011.

(bas/adi/litbang KABARWAJO.com) 

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)
Read previous post:
Diduga Cabuli Siswanya, Oknum Kepala Sekolah Diamankan

VIDEO: Syahdu! Pace asal Papua Fasih Nyanyikan Lagu “Balo Lipa”

Kurangi Impor, Kementerian Perindustrian Susun Konsep Pusat Bahan Baku Sutera

DPW Nasdem Sulsel Segera Tentukan Usungan di 7 Daerah

Close