Maju di Pilgub Sulsel, Kakak Angkat Ahok Pilih Putri Bupati Wajo sebagai Pendamping

By on 04/11/2017

Andi Analta Baso Amier dan Andi Fadilah Burhan Unru beserta tim pemenangan.

Makassar, KABARWAJO.com – Kakak angkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Andi Analta Baso Amier, menyatakan keseriusannya untuk berkontestasi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Ia berencana maju melalui jalur independen.

“Saya merasa terpanggil untuk kampung halaman saya, Sulsel punya sumber daya alam dan sumber daya manusia yang belum dioptimalkan sepenuhnya, saya ingin semua pihak di Sulsel punya kesadaran, hati nuraninya hidup dan bertanggung jawab untuk memajukan Sulsel, saat ini masih lemah penegakan hukum, marak korupsi dan peredaran Narkoba yang makin meluas di Sulsel,” kata Analta di Makassar.

Menurutnya, ia sudah mempersiapkan diri untuk maju melalui jalur independen dengan mengumpulkan surat dukungan dan KTP sesuai aturan KPU. Mantan suami penyanyi Trie Utami ini juga membantah dirinya sekadar mencari sensasi atau sebagai pemecah suara.

“Saya tegaskan sekali lagi, ini murni panggilan jiwa demi Sulsel. Persoalan nanti jadi atau tidak saya pasrahkan kepada Allah. Ini bukan manuver atau mencari keuntungan dalam kesempatan,” kata putra mantan Bupati Bone, Andi Baso Amir tersebut.

BACA JUGA :  Mutasi di Lingkup Polri, Mantan Kapolres Wajo Jabat Wakalemdikpol

Untuk pasangan calon wakil gubernur, Analta memilih berpasangan dengan putri Bupati Wajo, Andi Fadilah.

“Bismillah, kami siap maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel melalui jalur independen,” ungkap Fadilah, yang saat ini menjabat sebagai Lurah Siengkang, Kabupaten Wajo.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan telah menetapkan syarat dukungan pasangan calon gubernur independen pada Pilgub Sulsel 2018, yakni mengantongi minimal 480.060 Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik yang tersebar di minimal 13 kabupaten dan kota.

Masyarakat yang memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon kepala daerah melalui jalur independen juga harus memenuhi syarat pemilih dan terdaftar di dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan atau daftar penduduk pemilih potensial pemilihan (DP4) pada pilgub 2018.

Sementara penyerahan dukungan KTP paslon jalur independen akan dimulai pada 22 hingga 27 November 2017 dan dilanjutkan verifikasi dukungan paslon. Sedangkan pengumuman pendaftaran pasangan calon pada 1 Januari 2018, kemudian proses pemeriksaan kesehatan 8 Januari 2018. Selanjutnya penyampaian hasil pemeriksaan kesehatan 15 Januari 2018.

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)
Read previous post:
BPH Migas: Infrastruktur Gas Bumi di Indonesia Timur Belum Maksimal

Danrem 141/Toddopuli Tinjau Lokasi Cetak Sawah Baru di Belawa

Dua Pengedar Sabu di Keera Terciduk Subdit 3 Direktorat Narkoba Polda Sulsel

Tim Sepak Takraw Wajo Gagal Lolos ke Porda XIV

Close