Masih Berstatus Pelajar, Ini Motif Sepasang Kekasih Tega Membuang Bayinya

By on 03/10/2017

Kasus buang bayi di Wajo.

SENGKANG, KABARWAJO.com – Kepolisian Resort Wajo berhasil mengungkap pelaku yang nekat membuang bayinya di Dusun Ulugalung, Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (1/10/2017).

Kedua pelaku masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah di Tanasitolo, Kabupaten Wajo. Keduanya, AF (17 tahun) dan WP (16 tahun), diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor Pammana di sekolahnya di SMKN 1 Sengkang, Senin (2/3/2017).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan kronologis kejadian tersebut berawal saat pelaku AF mendatangi rumah pacarnya, yakni WP di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng. Kemudian mereka pergi meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor dengan tujuan ke Puskesmas Majauleng.

Karena saat itu pacarnya sudah merasa tak tahan rasa sakit ingin melahirkan, keduanya lalu berhenti di pinggir jalan.

“Mereka masuk ke semak belukar karena merasa kesakitan ingin melahirkan. Lalu cowoknya membantu mengurut perut. Akhirnya, sekitar pukul 15.00 wita bayi dalam kandungannya keluar,” kata Dicky, Rabu (3/10/2017).

BACA JUGA :  Safari Ramadhan di Wajo, Ini Pesan Agus Arifin Nu'mang

Dicky menambahkan, AF kemudian memotong tali pusar bayi tersebut menggunakan kunci rumah lalu dibungkus baju. Setelah itu, mereka meninggalkan semak-semak menuju ke rumah kost AF mengambil sarung dan helm.

“Setelah dari kost cowoknya mereka menuju ke SPBU Amessangeng dan sesampai di SPBU pacarnya masuk ke dalam WC untuk mengganti baju yang digunakan untuk membungkus bayi tersebut menggunakan sarung,” tambah Dicky.

Setelah itu, keduanya melanjutkan perjalanan menuju ke Bone lalu kembali lagi ke Sengkang. Saat dalam perjalanan, ban sepeda motornya meletus di seputaran Pasar Sentral. AF kemudian singgah menambal ban sepeda motornya sekaligus membelikan pacarnya susu beruang.

Setelah itu, mereka menuju ke Kecamatan Pammana dan menyimpan bayi tersebut di sebuah bale-bale yang berada di depan rumah warga di Ulugalung, Desa Lempa, Kecamatan Pammana.

“Setelah itu, cowoknya mengantar pulang pacarnya ke rumahnya. Si cowok juga kembali pulang ke rumahnya. Bayinya sehat. Keduanya sudah diamankan beserta barang buktinya,” terang Dicky.

BACA JUGA :  Unit Resmob Polres Wajo Amankan Ratusan Miras di Anabanua

Sebelumnya, seorang warga bernama Marsuki (34 tahun), warga Dusun Ulugalung, Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Wajo, Sulawesi Selatan, menemukan bayi laki-laki, Minggu (1/10/2017) dini hari.

Dalam keterangannya pada anggota Polsek Pammana, Marsuki mengaku sebelum menemukan bayi yang diperkirakan berusia dua hari tersebut dirinya sedang menonton TV. Ia kemudian mendengar suara tangisan bayi dan suara lolongan anjing dari luar rumahnya.

Karena penasaran dengan suara tangisan bayi, Marsuki pun keluar rumah. Ia terperanjat saat melihat sesosok bayi mungil terbungkus sarung di balai-balai bambu depan rumahnya. 

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)
Read previous post:
PILGUB SULSEL: Deklarasi 15 Oktober, Nurdin Abdullah Gandeng Adik Menteri Pertanian?

Jadi Irup di SMPN 3 Sengkang, Kasat Lantas Polres Wajo Ajak Siswa Tertib Berlalu Lintas

Golkar Segera Serahkan Rekomendasi Usungan di Empat Daerah

Wajo-Mamuju Utara Terima Penghargaan ‘Kabupaten Potensial’ dari Tempo Media Group

Close