Home > Headline > Mengenang Gurutta KH Rafii Yunus Martan: Dari Belawa, Jejaki Ilmu Agama Hingga Kanada dan Amerika

Mengenang Gurutta KH Rafii Yunus Martan: Dari Belawa, Jejaki Ilmu Agama Hingga Kanada dan Amerika

Anre Gurutta KH Rafii Yunus Martan, semasa hidupnya mengabdikan diri untuk kemajuan Ponpes As’adiyah. (Foto: Dok. As’adiyah)

Innalillah wa inna ilaihi rojiun!

Kabar duka itu menyeruak di media sosial, Senin (29/1/2018). Awalnya, selentingan kabar tentang wafatnya Gurutta sempat simpang siur pada sore harinya. Ulama kharismatik yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri di Pondok Pesantren (Ponpes) As’adiyah ini dikabarkan meninggal dunia.

Akan tetapi, kebenaran informasi tersebut masih simpang siur. Selepas Isya, kami menerima informasi valid bahwa Gurutta menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, sekitar pukul 19.24 Wita. Beberapa hari terakhir, Gurutta memang sempat dirawat di rumah sakit.

Sontak, ucapan duka cita dan belasungkawa mengalir melepas kepergian almarhum Gurutta. Tak hanya warga As’adiyah, masyarakat Kabupaten Wajo, masyarakat Sulawesi Selatan pun kehilangan salah seorang sosok ulama dan tokoh agama yang menjadi panutan umat.

Anre Gurutta (AG) KH. Prof. Dr Rafii Yunus Martan, MA, merupakan putra dari pimpinan ke-2 Pondok Pesantren As’adiyah, AG HM Yunus Martan (1906-1986) dan istrinya Hj. Kartini. Beliau dilahirkan di Belawa, 15 Juli 1941.

Duka mendalam atas kepergian salah seorang ulama kharismatik Ponpes As’adiyah.

Mengutip as’adiyahpusat.org, Gurutta memulai jenjang pendidikannya di Madrasah Arabiyatul Islamiyah (MAI) Belawa pada usia 6 tahun atau sekitar tahun 1947. MAI Belawa sendiri didirikan Gurutta KH Yunus Martan.

Di MAI Belawa, Rafii kecil kemudian belajar kitab kuning dan Bahasa Arab di bawah bimbingan ayahnya, dan menghafal Alqur’an di bawah binaan Anre Gurutta KH Abdul Malik Muhammad.

Tamat dari MAI Belawa, Gurutta kemudian pindah ke Belawa mengikuti ayahnya atas permintaan AG KH Daud Ismail yang menginginkan Gurutta Yunus Martan mengelola dan memimpin Ponpes As’adiyah sepeninggal Al–Alimul Allamah Anre Gurutta H. M. As’ad (lebih dikenal dalam kalangan masyarakat Bugis Anre Gurutta Puang Aji Sade‘).

BACA JUGA :  Ponpes As'adiyah Wakili Wajo di Liga Santri Nusantara

Gurutta Rafii melanjutkan melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah MAI (Madrasah Arabiyatul Islamiyah) Sengkang, namun tidak sampai selesai. Gurutta memutuskan pindah ke Ujung Pandang dan melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Unggulan Makassar dan selesai pada tahun 1960.

Tamat dari SMAN 1 Makassar, Gurutta memilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Hasanuddin dan mengambil Fakultas Sastra. Hanya saja, di tahun ke-3 Gurutta menderita sakit dan sempat dirawat sekitar 2 bulan.

Pulih dari sakit, Gurutta kembali mendatangi kampus namun sesuatu hal beliau tidak mendapatkan respon positif dari kampus sehingga tidak bisa menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Sastra Unhas Makassar saat itu.

Hijrah ke Jogjakarta

Berbekal informasi dari Prof Dr HA Rahman Musa, Gurutta Rafii kemudian memilih mendaftar di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Beliau diterima, dan sejak tahun 1964 tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Perbandingan Agama IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dan meraih gelar Bachelor of Arts (BA) pada tahun 1968 dan Doktorandus (Drs) pada tahun 1971.

Menamatkan pendidikan di IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Gurutta kemudian memilih kembali ke Sengkang dan memulai pengabdiannya di Ponpes As’adiyah. Di antaranya memberikan pengajian pesantren Bahasa Bugis di Masjid Agung (Masjid Ummul Quraa) serta sebagai tenaga guru honorer di Madrasah Aliyah antara tahun 1971 sampai 1973.

BACA JUGA :  FOTO: Ini Penampakan Tenda Baru bagi Jamaah Haji Indonesia di Arafah
Anre Gurutta KH Prof Dr Rafii Yunus Martan berbincang dengan Imam Masjid Istiqlal yang juga merupakan alumni As’adiyah, Dr KH Nasaruddin Umar, pada Muktamar XIV As’adiyah di Balikpapan, Senin (13/11/2017) lalu.

Namun, hasrat Gurutta menuntut ilmu tidak padam begitu saja. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Institute Of Islamic Studies, Mc. Gill University Montreal, Quebec, Canada dengan mengambil jurusan Studi-studi Ke-Islaman bidang kekhususan Teologi Islam, dan selesai pada tahun 1976.

Tamat dari Mc. Gill University, Gurutta kemudian balik ke Makasssar dan menjadi dosen di Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Makassar hingga tahun 2007. Gurutta kemudian memangku berbagai jabatan di lingkungan IAIN Alauddin Makassar.

Antara lain, Sekretaris Fakultas Ushuluddin (1979-1980), Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin (1980 – 1986), Ketua Jurusan Perbandingan Agama (1981-1986), Ketua Jurusan Tafsir Hadits (1994-1996), Asdir I Bidang Akademik PPS IAIN Alauddin Makassar (1995-2003), serta Guru Besar bidang Ulumul Qur’an Fakultas Ushuluddin Makassar (2002-2006).

Gurutta juga sempat menyelesaikan pendidikan S3-nya di Departemen of Near Eastern Studies University of Michigan, Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat, Jurusan Studi-studi ke-Islaman bidang kekhususan Ulumul Qur’an, selesai tahun 1994.

Dan, sejak 10 Oktober 2002 Gurutta diberi amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) As’adiyah Sengkang. Jabatan yang diembannya hingga akhir hayatnya. Selamat jalan Gurutta, semoga amal ibadah diterima di sisi-Nya.

(sumber: as’adiyahpusat.org/mimbar as’adiyah/adipa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)