Home > Headline > Menteri PUPR: Bendungan Paselloreng Ditarget Selesai Tahun Ini

Menteri PUPR: Bendungan Paselloreng Ditarget Selesai Tahun Ini

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, KABARWAJO.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan sembilan proyek bendungan di Indonesia, termasuk Bendungan Paselloreng, bisa rampung tahun ini.

“Kita target, tahun ini sembilan bendungan yang sementara dibangun selesai. Semuanya merupakan proyek yang dimulai sejak 2015,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Sembilan bendungan tersebut yakni Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Bendungan Sindang Heula di Banten, Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Tanju, Mila, dan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Sei Gong di Batam, serta Bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah.

“Jika sudah selesai, maka total kapasitas tampung dari sembilan bendungan mencapai 288 juta meter kubik (m3). Selanjutnya, selesainya pembangunan bendungan akan diikuti pembangunan jaringan irigasi yang mendapat suplai air langsung dari bendungan yang disebut irigasi premium,” imbuh Basuki.

BACA JUGA :  Asyik Mencangkul di Sawah, Petani di Gilireng Tewas Tersambar Petir

Menurutnya, hingga 2019 pemerintah menargetkan pembangunan 65 bendungan, yang terdiri dari 16 pembangunan bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru yang merupakan perwujudan Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk mencapai ketahanan pangan dan air nasional.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, memberi keterangan kepada wartawan usai menjajal lapangan SUGBK. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Sebelumnya, pada 2017 Kementerian PUPR telah merampungkan sebanyak delapan bendungan yakni Bendungan Rajui dan Payaseunara di Aceh, Jatigede di Jawa Barat, Bajulmati dan Nipah di Jawa Timur, Titab di Bali, Raknamo di NTT serta Teritip di Kalimantan Timur.

“Untuk Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan memiliki kapasitas tampung sebesar 138 juta meter kubik yang akan bermanfaat mengairi lahan irigasi seluas 7.000 hektare, penyediaan air baku sebesar 0,3 meter kubik per detik dan sebagai pengendali banjir, dibangun dengan anggaran sebesar Rp 471 miliar,” ujarnya.

Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Sementara itu, terkait pembayaran pembebasan ganti rugi lahan yang terdampak proyek Bendungan Paselloreng, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Wajo mengaku sudah melakukan pembayaran ganti rugi kepada warga di kantor Camat Gilireng, Jumat (19/1/2018).

BACA JUGA :  Saat RMS Lebih Pilih ASK daripada IYL

“Kami telah melakukan pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan di dua desa, yakni Paselloreng dan Arajang sebanyak 1.111 bidang tanah dengan luas 321 hektare sebesar Rp 97,5 miliar. Sisanya tetap dibayarkan tahun ini setelah selesai verifikasi lanjutan,” ungkap Kepala BPN Kabupaten Wajo, Andi Syarifuddin.

Pembayaran ganti rugi lahan yang terdampak proyek pembangunan Bendungan Paselloreng ini beberapa kali memang sempat diwarnai aksi unjuk rasa warga pemilik lahan menyusul adanya keterlambatan pembayaran dan penolakan warga atas nilai ganti rugi lahan mereka.

“Pada intinya Pemerintah akan tetap membayarkan (ganti rugi lahan). Hanya saja menunggu waktu dan proses pemberkasan, dan kami minta pemilik lahan yang lokasinya belum terbayarkan agar bersabar,” pungkas Syarifuddin.

(adipa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)