Home > Headline > Menteri PUPR: Desember 2018, Bendungan Paselloreng Sudah Harus Rampung

Menteri PUPR: Desember 2018, Bendungan Paselloreng Sudah Harus Rampung

Progress pembangunan Bendungan Paselloreng. (Foto: Dok. WIKA)

Jakarta, KABARWAJO.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu penyelesaian pembangunan tiga bendungan di Sulawesi Selatan, yaitu Bendungan Paselloreng di Wajo, Bendungan Karalloe di Gowa, dan Bendungan Pamukkulu di Takalar yang baru memulai tahap konstruksi.

“Pembangunan Bendungan Paselloreng ditargetkan rampung Desember 2018. Untuk Bendungan Karalloe, konstruksinya memang dimulai lebih dulu, namun sempat mengalami masalah pengadaan lahan, sekarang sudah diselesaikan, mudah-mudahan progres konstruksi lebih cepat lagi. Sementara Bendungan Pamukkulu dalam tahap persiapan yakni penyiapan jalan akses kerja,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam rilis yang disiarkan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Sabtu (17/2/2018).

Ia optimis, penyelesaian pembangunan ketiga bendungan tersebut bisa tepat waktu. Sebab, pembangunan bendungan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga biaya pembebasan lahannya dapat menggunakan mekanisme dana talangan.

“Melalui mekanisme itu, kontraktor akan membayar lahan yang telah siap dibebaskan dan nantinya akan dibayarkan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” jelasnya.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, memberi keterangan kepada wartawan usai menjajal lapangan SUGBK. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso, menambahkan pembangunan bendungan juga akan dilengkapi pembangunan jaringan irigasi yang disebut sebagai Irigasi Premium atau irigasi yang mendapat jaminan suplai air bendungan.

Ini dimaksudkan agar air betul-betul mengalir sampai ke sawah petani dan juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku masyarakat.

“Irigasi yang suplai airnya bukan dari bendungan, cropping intensity-nya 1-1,5 kali. Dengan suplai air yang berkelanjutan dari bendungan akan meningkat menjadi 2,75 kali. Saat ini dari 7,3 juta hektar irigasi baru 11 persen yang mendapatkan suplai air dari bendungan dan akan ditingkatkan menjadi 20 persen melalui pembangunan 65 bendungan yang tengah dilakukan Kementerian PUPR 2015-2019,” kata Imam.

BACA JUGA :  Buka Penas KTNA di Aceh, Jokowi: Tahun ini, 30 Ribu Embung Harus Jadi

Progress 68,22 Persen

Berdasarkan data Kementerian PUPR, pembangunan fisik Bendungan Paselloreng per 14 Februari 2018 sudah mencapai 68,22 persen. Kapasitas tampung maksimal bendungan yakni 138 juta m3, lebih besar dibandingkan Bendungan Karalloe dan Pamukkulu.

Bendungan Paselloreng nantinya akan mengairi irigasi seluas kurang lebih 7.000 hektare sekaligus menjadi sumber air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 305 liter/detik, konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, perikanan air tawar, dan pariwisata.

Konstruksi bendungan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Bumi Karsa dalam bentuk KSO (Kerjasama Operasi) dengan biaya Rp 736 miliar. Sementara sebagai konsultan supervisi adalah PT Mettana, PT Timor Konsultan, dan PT Raya Konsultan dalam bentuk KSO dengan nilai Rp 37 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono, menekan tombol menandai pengalihan aliran sungai (river closure) untuk Bendungan Gilireng, Rabu (19/4/2017).

Sementara pembangunan Bendungan Karalloe yang mulai dibangun Desember 2013 sudah mencapai 39,82 persen dan ditargetkan rampung tahun 2019. Sempat mengalami kendala pengadaan lahan, saat ini lahan yang bebas sudah mencapai 97 persen dan tersisa 3 persen atau sekitar 14,5 ha. Kapasitas tampung maksimalnya sebesar 40,53 juta m3.

Konstruksi bendungan dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) dengan Rp 568 miliar dan konsultan supervisi oleh PT Widya Graha Asana, PT Tata Guna Patria, PT Bintang Tirta Pratama, PT Catur Bina Guna Persada (KSO) dengan nilai Rp 15 miliar.

Manfaat bendungan ini akan mengairi irigasi seluas 7.000 hektar, sumber air baku 440 liter/detik, pembangkit listrik 4,5 MW, pengendali banjir, konservasi air dan pariwisata.

Sedangkan Bendungan Pamukkulu menjadi bangunan terbaru yang dibangun di Sulawesi Selatan. Kontrak pembangunannya ditandatangani pada November 2017 terbagi menjadi dua paket konstruksi. Paket 1 senilai Rp 852 miliar dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero)-PT Daya Mulia Turangga (KSO) untuk pekerjaan pembangunan bendungan utama.

BACA JUGA :  Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Alumni As'Adiyah Ini Bakal Calon Menteri Agama?

Untuk Paket 2 senilai Rp 811 miliar dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya dengan pekerjaan di antaranya relokasi jalan dan rehabilitasi jalan masuk, terowongan pengelak, bendungan pelimpah, dan pekerjaan hidromekanikal. Untuk konsultan supervisi dilakukan oleh PT Indra Karya-PT Virama Karya-PT Bina Karya Persero senilai Rp 53,7 miliar.

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung maksimum 82,7 juta m3 dan akan memberi manfaat bagi irigasi seluas 6.150 ha, penyediaan air baku Kota Takalar sebesar 160 liter/detik, pengendalian banjir, konservasi air, pengembangan pariwisata, dan perikanan air tawar.

Bangun Daerah Irigasi Baliase

Selain membangun tiga bendungan, Kementerian PUPR juga membangun Daerah Irigasi Baliase di mana terdapat pembangunan Bendung Baliase dan memiliki saluran irigasi sekunder sepanjang 207 Km serta saluran pembuang sepanjang 114 Km. Luas lahan potensial yang bisa dikembangkan mencapai 21,9 ribu ha, sementara luas lahan fungsional saat ini baru mencapai 5,9 ribu ha.

Pembangunan daerah irigasi yang sangat luas ini membutuhkan waktu selama 3 tahun sejak November 2015 hingga November 2018. Anggaran Kementerian PUPR yang dibutuhkan mencapai Rp 215 miliar.

“Di lapangan sedang dibangun jaringan irigasi, untuk bendung progresnya sudah mencapai 85 persen dan penyelesaian kantong lumpur di sisi sebelah kanan. Penataan kawasan sudah dimulai. Seluruh wilayah Bendung Baliase akan kami tanami tanaman produktif,” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), T. Iskandar.

(*/dip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)