Home > News > Pilkada Sulsel 2018, KPU Harapkan Pemuda Tidak Golput

Pilkada Sulsel 2018, KPU Harapkan Pemuda Tidak Golput

Ilustrasi

KABARMAKASSAR.com – Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Sulawesi Selatan dan Barat (HMI Badko Sulselbar) menggelar diskusi publik di Seaweed Cafe, Jalan Toddopuli Makassar, Minggu (10/12/2017).

Dialog Publik yang dihadiri oleh puluhan kader HMI dengan tema peran dan partisipasi Pemuda dalam mewujudkan Pilkada 2018 yang cerdas, aman, dan damai. Turut hadir sebagai narasumber yakni Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir, Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra dan Akademisi UIN Makassar Muhammad Ridha.

“Sesuai tema yang diangkat oleh panitia, kegiatan seperti ini menjadi langkah kongkrit untuk mewujudkan pilkada yang cerdas, aman dan damai,” ungkap Ketua HmI Badko Sulselbar, Taufiq Husaini, dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Lantik 49 PNS Baru, Abur: Jangan Malas!

Lanjut dia, Pilkada Sulsel 2018 mendatang, pemuda harus mengambil bagian dari dinamika yang ada. Apalagi ini merupakan pesta demokrasi yang diselenggarakan sekali dalam kurun lima tahun.

“Jadi kegiatan seperti ini mesti terus dilakukan, dan partisipasi pemuda sangat dibutuhkan dalam mengawal pesta demokrasi,” ucapnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir dalam pemaparannya mengajak semua kader Himpunan mahasiswa Islam untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi 2018 mendatang.

Bentuk partisipasi tersebut, menurut dia, minimal pemuda tidak Golput. Artinya bahwa pemuda dapat memberikan hak suaranya untuk memilih calon pemimpin lima tahun ke depan.

BACA JUGA :  Belajar dari Kekalahan Ahok, Golkar Lebih Cermat Usung Kandidat di Pilkada 2018

“Semua harus ikut memilih, dan bukan hanya itu juga tapi harus berperan aktif dalam mengawal semua tahapan pilkada, misalkan menjadi penyelenggara pemilu,” ujar mantan Ketua KPUD Takalar ini.

Menurut dia, peran dan partisipasi pemuda sangat penting dalam menjaga proses demokrasi di Sulawesi Selatan. Untuk itu, Komisioner penyelenggara dalam hal ini KPU mengajak semua pemuda untuk bekerjasama mensukseskan proses pemilihan yang dilakukan serentak pada bulan Juni mendatang.

“Bentuk partisipasi pemuda minimal menajdi relawan Demokeasi, itu lebih ril yang dilakukan pemuda guna menjaga proses demokrasi, KPU sangat membutuhkan peran dari pemuda,” pungkasnya.

(Suharlim Syamsuddin/kabarmakassar.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)