Polres Kutai Kartanegara Bekuk Pelaku Hipnotis Lintas Provinsi asal Wajo

By on 12/12/2017

Tiga pelaku hipnotis/gendam lintas provinsi berhasil dibekuk Satreskrim Polres Kukar. (Foto: Humas Polres Kukar)

Kutai Kartanegara, KABARWAJO.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berhasil membekuk 3 pelaku hipnotis (gendam) lintas provinsi, Minggu (10/12/2017) siang.

Dua pelaku diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, yakni AI (51) asal Kabupaten Wajo dan HS (48) merupakan warga asal Kabupaten Pangkep. Ketiganya ditangkap secara terpisah. AI ditangkap di KM 10, Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara pada pukul 14.00 Wita.

Sementara HS dibekuk aparat di sebuah rumah kost di Gang 8 Samarinda Seberang pada pukul 15.00 Wita.

“Keduanya itu sebelumnya baru datang dari Makassar. HS dan AI merupakan pendatang yang tiba di Balikpapan pada 22 November 2017 lalu, dan kemudian tinggal indekos di Samarinda,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara, AKP Yuliansyah, Senin (11/12/2017).

Satu pelaku lainnya, Fh (41) merupakan warga asli Samarinda, berhasil diamankan di Jln. Kemakmuran, Samarinda pada pukul 17.00 WITA.

“Mereka punya peran berbeda. HS sebagai penyumbang, Fh sebagai sopir dan AI sebagai eksekutor untuk meyakinkan korban,” tambah Yuliansyah.

Menurutnya, aksi ketiganya terbongkar setelah salah seorang korbannya, Farida Astuti (67), melaporkan aksi hipnotis pelaku ke Polres Kutai Kartanegara, Kamis (7/12/2017) lalu. Warga Arwana Blok A, No A31 RT 16, Kelurahan Timbau, Kutai Kartanegara ini mengaku terpedaya dan baru sadar setelah kartu ATM-nya raib.

BACA JUGA :  Singgung Suku Bugis, JK Sarankan Mahathir Mohamad Minta Maaf

“Dalam aksinya, komplotan ini berpura-pura meminta tolong kepada korban menanyakan alamat panti asuhan di Tenggarong. Pelaku kemudian meminta korban mengantarkan dengan iming-iming imbalan 15 persen dari Rp 100 juta yang akan disumbangkan untuk panti asuhan atau yayasan,” jelas Yuliansyah.

Kemudian, saat berada di salah satu ATM Mandiri di Tenggarong, pelaku memperdaya korbannya dan setelah mengetahui nomor pin ATM si korban mereka kemudian dengan cepat menukarnya dengan kartu ATM lain yang sudah kadaluarsa.

Menerima laporan tersebut, kepolisian kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengendus pelaku tiga hari berselang. Dalam menjalankan aksi hipnotisnya itu, pelaku menyewa mobil selama 1 bulan dengan bayaran Rp 6 juta, dan Fh yang merupakan warga asli Samarinda sebagai sopir.

Dari tangan ketiga pelaku, Polisi mengamankan uang tunai Rp 17,8 juta, mobil rental yang dipakai pelaku dalam menjalankan aksinya, serta sejumlah kartu ATM dari berbagai bank. Mereka kini mendekam di tahanan Polres Kutai Kartanegara dan terancam dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“AI dan HS ini diketahui juga pernah melakukan aksi serupa di Surabaya, Jakarta, dan juga Sulawesi. Mereka paling lama di kota A itu misalnya 1 bulan. Para pelaku ini punya kartu ATM master dari BRI, bersaldo Rp 99 miliar. Pelaku mengajak korban melihat isi saldo, dan korban percaya,” terang Yuliansyah.

Dari korbannya Farida Astuti, pelaku berhasil menggasak uang Rp 60 juta. Sebelumnya, mereka juga sempat melakukan aksinya di Samarinda, Senin (27/11/2017), dan berhasil menipu korbannya yang juga seorang wanita dengan jumlah Rp 25 juta.

BACA JUGA :  Momentum Idul Fitri, Ketua MUI Ajak Umat Saling Kasih dan Menolong

(bas/tribratanews) 

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)
Read previous post:
Foto: Kerukunan Keluarga Wajo Kolaka Pererat Silaturahmi Melalui Peringatan Maulid

Hadapi Pileg 2019, PKB Maros Buka Pendaftaran Bacaleg

Deteksi Penggunaan Narkoba, 24 Personel Kodim 1406/Wajo Jalani Tes Urine

Peringatan HKN Ke-53, Bupati Ingatkan Pentingnya Budaya Hidup Sehat

Close