Home > Nasional > Revitalisasi Danau Tempe, Menteri PUPR: Kita Lakukan Seperti Danau Toba

Revitalisasi Danau Tempe, Menteri PUPR: Kita Lakukan Seperti Danau Toba

Site plan Revitalisasi Danau Tempe.

Makassar, KABARWAJO.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pelaksanaan revitalisasi Danau Tempe dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air, termasuk melakukan penataan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Kami melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan eceng gondok, seperti halnya dilakukan di Danau Rawapening, Danau Limboto, dan Danau Toba,” ungkap Basuki, dalam siaran pers Kementerian PUPR yang diterima KABARWAJO.com, Senin (5/3/2018).

Menurutnya, Kementerian PUPR telah melakukan revitalisasi 15 danau kritis yang ada di Indonesia. Kondisi Danau Tempe saat ini mengalami pendangkalan akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok, sedimentasi dan okupasi lahan.

Kegiatan revitalisasi Danau Tempe ini berupa pengerukan sedimen danau yang mencapai 8,58 juta m3, pemancangan cerucuk bambu, pengendalian gulma air dengan pembersihan rutin eceng gondok serta pemasangan geokomposite dan geosintetis.

BACA JUGA :  "Mobile Si Cakep" Wajo Masuk Nominasi Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2017

Revitalisasi akan menambah kapasitas volume tampungan sebesar 7,23 juta m3, dari kapasitas volume tampungan saat ini sebesar 207,66 juta m3. Dengan bertambahnya volume tampungan akan dapat memenuhi kebutuhan air baku masyarakat di sekitar Danau Tempe, dari sekitar 23 ribu jiwa menjadi 30 ribu jiwa.

Revitalisasi juga dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 106 persen (Padi –Palawija) menjadi 260 persen (Padi-Padi-Palawija). Selama ini lahan pertanian seluas 5.000 ha disekitar danau disuplai melalui irigasi pompa. Luas lahan perikanan juga meningkat dari 22.400 hektar menjadi 23.061 hektar berupa budidaya ikan Nila.

Pekerjaan revitalisasi Danau Tempe dimulai sejak Desember tahun 2016 yang dilakukan di tiga kabupaten. Pekerjaan revitalisasi di Kabupaten Wajo dilakukan oleh KSO PT Nindya dan FAF dengan anggaran Rp283,98 miliar dengan progres saat ini sebesar 23,55 persen dan ditargetkan akan selesai pada awal 2019. Luas area pengerukan di Kabupaten Wajo mencapai 242 hektar dengan volume pengerukan sebesar 2,87 juta m3.

BACA JUGA :  Pernikahan Kahiyang-Bobby Jadi Ajang Kenalkan Wisata Budaya Nusantara

Di Kabupaten Soppeng, pekerjaan revitalisasi dikerjakan oleh kontraktor KSO PT Bumi Karsa dan SAC Nusantara dengan anggaran Rp 284,8 miliar. Pekerjaan yang dilakukan berupa pengerukan seluas 289 hektar dengan volume pengerukan 2,81 juta m3. Saat ini progres fisiknya sebesar 18,57 persen.

Selanjutnya, di Kabupaten Sidrap, revitalisasi dilakukan KSO PT PP-BRP dengan anggaran sebesar Rp 281,61 miliar dan ditargetkan selesai pada awal 2019. Luas area pengerukan di Kabupaten Sidrap mencapai 227,53 hektar dengan volume pengerukan 2,9 juta m3. Saat ini progres revitalisasi sebesar 14,59 persen.

(*/dip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)