Sebar Video Hoax di Facebook, Warga Bali Ditangkap Dit Reskrimsus Polda Sulsel

By on 27/11/2017

Press release Polda Sulsel terkait penyebaran video hoax di facebook.

Makassar, KABARWAJO.com – Iwan Alek Effendi alias Fendi Bin Ramimin (30 tahun), warga Jln. Nusa Kambangan, Kelurahan Dau Purikau, Kecamatan Denpasar Barat, Bali tak pernah menyangka unggahannya di akun media sosial facebook miliknya berakibat pidana.

Fendi alias IAE, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta di Bali, awalnya hanya iseng mengunggah kembali dan menyebarkan video aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang terjadi pada 28 Oktober 2016 di akun facebook-nya dengan menulis ‘Akibat Operasi Zebra 2017’, Minggu (5/11/2017)

Postingan IAE tersebut kemudian dilihat oleh salah seorang anggota Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimus Polda Sulsel), Erwin, pada Rabu (15/11/2017) siang.

Setelah memperhatikan video unggahan IAE itu, diketahui bahwa video merupakan kejadian pada 2016 lalu dan tidak terkait dengan Operasi Zebra 2017 seperti yang dipublikasikan pelaku.

Melihat video tersebut sudah viral dan menjadi polemik di media sosial, Erwin kemudian membuat Laporan Polisi terkait publikasi video yang seolah-olah ingin menebarkan provokasi dan berita palsu kepada orang lain seputar operasi Zebra yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

BACA JUGA :  Muktamar XIV As'adiyah: Prof Rafii Yunus Maratang Kembali Nakhodai PB As'adiyah

“Penyebar pertama ini sengaja untuk memprovokasi dengan mengaitkan Operasi Zebra 2017 lantaran pernah ditahan oleh Satlantas dan mengaku memberikan uang sebesar 20 ribu tanpa permintaan personil satlantas tersebut. Padahal kendaraan yang digunakannya dilengkapi dengan surat-surat, namun berdalih ia tak ingin dipersulit, di situlah pelaku mulai sakit hati,” terang Direktur Reskrimus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan, dalam keterangan persnya di Makassar, dilansir multimedianews.polri.go.id, Minggu (26/11/2017).

Pelaku awalnya mengaku iseng dan sakit hati lantaran pernah ditilang.

Menurut Yudiawan, pelaku memang sudah sering memposting video-video kegiatan operasional Satuan Kepolisian Lalu Lintas (Satlantas) dengan caption atau keterangan negatif di medsos lantaran sakit hati pernah ditilang.

“Nanti kita akan koordinasi dengan Kominfo tentang video itu untuk dihentikan atau dihapus. Itu akan diblokir,” ujarnya.

Setelah melakukan penyidikan, pelaku kemudian berhasil ditangkap tim Unit Cyber Crime Dit Reskrimus Polda Sulsel di salah satu rumah makan cepat saji di Denpasar, Bali, Jumat (24/11/2017). Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu unit HP merek Samsung J7 dan akun facebook atas nama Fendy.

BACA JUGA :  Menelusuri Jejak Masuknya Islam di Wajo

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana maksimal enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

(adi) 

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)
Read previous post:
Tingkatkan Pelayanan, Pengumuman di Bandara Sultan Hasanuddin Kini Pakai Bahasa Bugis-Makassar

Jadi Target Operasi, Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pitumpanua

Wajo Juara Defile dan Juara Umum Porseni PGRI se-Sulsel

In Picture: Helikopter Bermesin Mobil

Close