Home > Headline > Telan Anggaran Rp 6,89 M, GAM Pertanyakan Pembangunan Pasar Siyo Belawa yang Terkesan Terbengkalai

Telan Anggaran Rp 6,89 M, GAM Pertanyakan Pembangunan Pasar Siyo Belawa yang Terkesan Terbengkalai

Kondisi Pasar Siyo di Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa. (Foto: Dok. GAM)

Sengkang, KABARWAJO.com – Pembangunan Pasar Siyo di Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo yang terkesan terbengkalai mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa asal Belawa.

Kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Andi Annasri, menemukan sejumlah keganjilan dalam pembangunan pasar tersebut. Menurutnya, proyek pembangunan pasar yang telah dikerjakan sejak 2016 menggunakan anggaran yang fantastik sebesar Rp 3,47 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran 2016.

“Sesuai fakta di lapangan, proyek yang diteken oleh kontraktor PT. Zarindah Multi Kontruksi dan CV. Yudha Pratama selaku konsultan pada pengerjaan tahap pertama di tahun 2016 sudah menimbulkan keganjilan,” ungkap Andi Annasri, dalam rilisnya yang diterima KABARWAJO.com, Rabu (28/2/2018).

Memasuki tahun 2018, tambahnya, bukannya melihat perkembangan atau tanda-tanda proyek ini akan selesai malah justru dianggarkan kembali untuk pembangunan dan perluasan Pasar Siyo Belawa tahap kedua dengan dana Rp 3,42 miliar tahun anggaran 2017 yng dikerjakan PT. Bangun Indah Perkasa tanpa konsultan pengawas dan papan proyek.

BACA JUGA :  Sehari, Wajo Sabet Dua Penghargaan Nasional

“Jelas, yang harus ikut bertanggung jawab dari proyek ini tidak lain adalah Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar sebagai leading sektor proyek tersebut. Bukannya terkesan menutup mata,” ujarnya.

Lods di Pasar Siyo Belawa yang dipenuhi kotoran burung. (Dok. GAM)

Kini, pembangunan Pasar Siyo Belawa terkesan seperti proyek yang terbengkalai. Sebab kondisi pasar saat ini dipenuhi kotoran burung di hampir seluruh tegel dan ditumbuhi rumput liar setinggi lutut orang dewasa. Pedagang juga lebih memilih menjual di sepanjang pinggiran jalan.

Bersama beberapa aktivis mahasiswa lainnya, Annasri meminta penegakan supremasi hukum, khususnya Kejati Sulselbar, dan juga keikutsertaan Organisasi Daerah (Organda) yang dimiliki Kecamatan Belawa itu untuk segera melakukan penyelidikan dalam proyek pembangunan Pasar Siyo Belawa yang masih belum jelas dan diduga ada indikasi korupsi di dalamnya.

BACA JUGA :  BBMKG: Wajo Masuki Musim Penghujan pada April-Mei

“Karena mengingat anggaran yang sangat luar biasa dengan total Rp 6,89 miliar dari APBN, namun pengerjaannya tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Organda atau Hipermawa Komisariat Belawa harus menjadi garda terdepan untuk mengusut masalah ini,” katanya.

Bagian lain Pasar Siyo Belawa yang ditumbuhi rumput. (Foto: Dok. GAM)

Ketua Umum Hipermawa Komisariat Belawa Periode 2018-2019, Maskur, menilai keganjalan pembangunan Pasar Siyo Belawa tersebut memang sudah menjadi perbincangan sejumlah kalangan mahasiswa asal Belawa.

“Ini memang sudah sering dibahas, Insya Allah di kepengurusan ini kami usahakan bisa diusut sama-sama,” katanya.

Kondisi Pasar Siyo Belawa. (Foto: Dok. GAM)

(rls/dip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)