Home > Headline > Temukan Penyimpangan Distribusi Pupuk Bersubsidi, Kapolres: Laporkan!

Temukan Penyimpangan Distribusi Pupuk Bersubsidi, Kapolres: Laporkan!

Polsek Majauleng melakukan sidak terkait stok pupuk bersubsidi di distributor. (Foto: Dok. Polres Wajo)

Sengkang, KABARWAJO.com – Kepala Kepolisian Resort Wajo, AKBP Asep Marsel Suherman, meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan jika melihat penyimpangan pendistribusian pupuk bersubsidi di daerahnya.

Mantan Kasubdit III Tanah dan Bangunan (Tahban) Ditreskrimum Polda Sulsel ini juga memerintahkan para Kapolsek untuk melakukan pengecekan dan pemantauan stok pupuk bersubsidi di distributor yang ada di wilayah masing-masing.

“Kita tidak mau ada penyimpangan pupuk bersubsidi di wilayah Wajo. Untuk itu, Kapolsek harus rutin melakukan sidak. Sampai saat ini stok pupuk bersubsidi masih aman untuk musim tanam bulan ini,” ungkap Kapolres, Sabtu (17/2/2018).

BACA JUGA :  Andi Anugrah Bangun Silaturahmi dengan Wartawan dan LSM

Asep menilai, sidak tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi menjelang musim tanam di sejumlah kecamatan.

“Polri khususnya Polres Wajo, siap mendukung program pemerintah tentang upaya khusus ketahanan pangan agar kesejahteraan petani meningkat. Hal itu harus ditunjang dengan ketersediaan stok pupuk bersubsidi yang lancar bagi petani,” tambahnya.

Menurut Asep, pihaknya akan menanggapi serius bila ditemukan indikasi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani.

Di samping itu, dengan adanya pendampingan dari Bhabinkamtibmas bersama dengan petugas penyuluh lapangan terhadap petani diharapkan bisa memperlancar pendistribusian pupuk sehingga program pemerintah tentang ketahanan pangan bisa terwujud dan kesejahteraan petani pun akan meningkat.

BACA JUGA :  Begini Gaya Kasat Reskrim Polres Wajo Saat Memanen Padi di Desa Sogi, Maniangpajo

“Adanya indikasi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini akan kita tanggapi secara serius. Kita juga melibatkan instansi terkait. Sebab, ini menyangkut kehidupan petani dan produktivitas tanaman. Antisipasi perlu kita lakukan supaya jangan sampai terjadi penyimpangan dan kelangkaan,” tegasnya.

(tnw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)