Home > Headline > Terbukti Melanggar, DPLH Sulsel Segel Kilang Mini PT South Sulawesi LNG

Terbukti Melanggar, DPLH Sulsel Segel Kilang Mini PT South Sulawesi LNG

DPLH Sulsel memasang plang di pagar proyek pembangunan kilang mini PT South Sulawesi LNG. (Foto: Dok. DPLH Sulsel)

Makassar, KABARWAJO.com – Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulawesi Selatan bekerja sama Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Sulawesi Kementerian Lingkungan Hidup mengambil tindakan tegas terhadap PT South Sulawesi LNG.

DPLH Sulsel melayangkan sanksi administrasi atas pembangunan kilang mini PT. South Sulawesi LNG di Langkenna, Desa Pattiroloka, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo yang disinyalir mencaplok kawasan hutan lindung tanpa izin Kementerian Lingkungan Hidup.

Selain itu, pemasangan plang di pagar proyek oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) dari DPLH Sulsel, yang disaksikan PPLH dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sulawesi KLHK RI, BLHD Kabupaten Wajo, tokoh masyarakat, serta pihak perusahaan, Selasa (10/4/2018).

“Ada dua pelanggaran yang telah dilakukan PT South Sulawesi LNG. Yakni melakukan usaha dan kegiatan tanpa adanya izin lingkungan sesuai dengan ketentuan, serta melakukan usaha dan kegiatan di kawasan hutan lindung tanpa izin pinjam pakai dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Kepala Seksi Penagakan Hukum DPLH Sulsel, Nur Salam, saat menyambangi lokasi kilang mini PT South Sulawesi LNG, Selasa (10/4/2018).

Nur Salam menambahkan, perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran pasal 76 UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu, PT South Sulawesi LNG juga melanggar UU 26 tahun 2007, UU 32 tahun 2009, UU 23 tahun 2014, UU 18 tahun 2013, Peraturan Kementerian (Permen) Lingkungan Hidup 05 tahun 2012 serta Permen LH 08 tahun 2013.

BACA JUGA :  Ini Jadwal Safari Ramadhan Pemkab Wajo

“Tidak ada izin pinjam pakai kawasan hutan sehingga kami memberikan sanksi administrasi secara langsung yang ditandai dengan pemasangan plang serta penyerahan surat pemberhentian pembangunan sementara. Sanksi ini berlaku dan akan terus berlanjut hingga pihak perusahaan mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup,” tambahnya.

PPLH dari DPLH Sulsel dan Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup mendatangi kantor BLHD Wajo.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Wajo, Arsan Jaya, berdalih pihaknya sebelumnya tidak mengetahui bahwa kawasan yang digunakan PT South Sulawesi LNG itu merupakan kewenangan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Sebelumnya ini sudah dibahas dan sudah ada izin dari pihak BLHD Kabupaten termasuk dengan Komisi Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) Kabupaten Wajo. Kita kerjakan sesuai perintah jika masalah izin hanya lewat BLHD Wajo. Nyatanya ini di bawah naungan izin Kementerian Lingkungan Hidup,” kilah Arsan.

BACA JUGA :  Wabup Wakili Bupati Terima Penghargaan Adipura di KLHK

Sementara itu, EHD Officer Perwakilan PT South Sulawesi LNG Eden Yunus mengaku pihaknya hanya bisa pasrah dan menerima putusan sanksi tersebut. Apalagi, kata dia, aktivitas pembangunan kilang di atas lahan seluas 21,28 hektar tersebut telah diberhentikan sejak Agustus 2017 lalu.

“Kami terima keputusan ini. Prinsipnya, perusahaan sudah tidak melakukan aktivitas sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Kilang mini PT South Sulawesi LNG. (Foto: lngworldnews.com)

Eden menyebut, andai pembangunan kilang mini tersebut selesai maka perusahaan akan mampu memproduksi migas sebanyak 2 juta ton per tahun dan menyuplai kebutuhan migas beberapa PLN di Indonesia, termasuk Maros, Bali, dan Manado.

Sebelum menyegel lokasi kilang mini PT South Sulawesi LNG, Pemprov Sulsel sudah melayangkan beberapa kali surat teguran, yakni melalui surat Sekretaris Daerah Sulsel No 522/3564/Dishut per tanggal 21 Juni 2017 tentang penghentian kegiatan, serta surat Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel Nomor 522.11/1655/1.2/Dishut per tanggal 16 Oktober 2017 perihal jawaban surat permohonan rekomendasi izin pinjam pakai kawasan hutan.

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf, tidak bisa di-copy paste! :)